Tampilkan postingan dengan label johanesaw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label johanesaw. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

Film My Journey : Mencari Mata Air

Tepat pada hari Bumi dan Hari Air Internasional, tanggal 22 April 2016, diluncurkan sebuah Film yang bertemakan tentang Bumi dan Air ini, bertempat di Kawasan Epicentrum, tepatnya di Epicentrum XXI.

Film My Journey ini didukung oleh empat kementrian, diantaranya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Pariwisata, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Press Conference tentang Film My Journey : Mencari Mata Air

Film My Journey: Mencari Mata Air mencertitakan tentang empat orang wanita cantik yang bersahabat, mereka adalah Chinta (Btari Chinta), Cindy (Cindy Celine), Tasya (Dwi Tasya) dan Celine (Celine Wahyudi), mereka ingin mengisi liburan mereka dengan mendampingi kawan yang baru saja datang dari New York bernama Lucas (Christopher V. Warren), Lucas juga seorang pecinta lingkungan hidup, Kemudian mereka ber 4 akhirnya menemani Lucas untuk menjelajah hutan belantara demi menemukan mata air yang di yakini semakin langka, karena berkembangnya peradaban di dunia ini.
Bersama Artis My Journey : Mencari Mata Air

Akhirnya ke 5 remaja tersebut memutuskan untuk menghadapi alam liar tersebut tanpa adanya sebuah pengawalan. Dari situlah mereka banyak belajar dari pengalaman yang mereka dapatkan saat menjelajahi alam liar tersebut, termasuk ketika harus berjuang mencegah kebakaran yang diakibatkan karena kelalaian para penjelajah hutan yang lainnya, ketika sepatu-sepatu mereka dicuri oleh sekawanan monyet, melihat keindahan alam Indonesia yang begitu luar biasanya.

Ditengah keadaan yang kurang baik, sopir dan juga sekaligus penunjuk jalan mereka adalah seorang pria dari Flores yang bernama Heronimus (Godfred Orindeod), muncul ketika ke lima remaja tersebut membutuhkan pertolongan.
Bersama Artis Godfred Orindeod yang berperan jadi Heronimus
Suatu ketika saat mereka sedang melakukan perjalaan, ke 5 remaja tersebut berpapasan dengan beberapa tokoh adat di sekitar hutan belantara yang mereka lalui, yang kemudian menolong usaha mereka untuk mencari sumber mata air tersebut.
Salah satu yang mereka temui adalah seorang yang bernama Ki Barja (Egy Fedly), dia merupakan warga desa yang mengabdikan diri untuk menjaga hutan, Maya (Paramitha Rusady) dan tim nya, aktifis peneliti serangga capung (Capung merupakan indikator bagi kemurnian air) dan akhirnya mereka tinggal sejenak di desa adat, mereka juga bertemu dengan Neneknya Chinta yang bernama Bunda Ully (Ully Sigar Rusady), Bunda Ully tinggal bersama relawan yang  selama ini berjuang untuk menjaga lingkungan hidup dan masyarakat adat mereka.

Bersama Paramitha Rusady

Mereka semua akhirnya berusaha untuk menemukan sebuah mata air yang sangatlah murni serta tidak terjamah atau belum di jamah oleh siapapun. Namun semacam yang sudah sama-sama diketahui dari awal. Menemukan mata air semacam itu tidaklah mudah. Namun pencarian mereka terobati ketika mereka sampai di suatu telaga, dimana puluhan mata air bermuara disana. Di telaga itu mereka merenungkan alangkah beratnya tantangan bagi umat insan untuk berhadapan dengan diri mereka sendiri yang serakah merusak alam serta mata air.


Dari Perjalanan yang begitu menarik ini, akhirnya mereka semua mendapatkan sebuah pelajaran bahwa ini menjadi suatu awal yang baik untuk mulai mencurahkan kepedulian terhadap alam, bumi dan air, karena ini penting dan sangat berharga bagi umat manusia, alam sudah berbagi kelimpahannya, salah satunya adalah mata air, disinilah tugas kita untuk menjaga mata air ini, jangan sampai menjadi air mata.

Film ini mengajak kita untuk mulai peduli terhadap Alam, Bumi dan juga mata air, kita dituntut untuk menjaga Alam tersebut, Alam sudah begitu baik, memberikan kenikmatan-kenikmatan kepada kita, dan tugas kitalah untuk menjaga alam tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selamat Hari Bumi, Selamat Hari Air Internasional

Minggu, 17 April 2016

Community MeetUp bareng Liputan6.com dan Sis Dya Loretta

Great Antusias,

Acara Community Meet Up Liputan 6.com
Sabtu kemarin, tepatnya pada tanggal 16 April 2016, saya sudah sering ke Senayan City, tapi belum pernah ke SCTV Tower, beruntung saya termasuk peserta dalam Community MeetUp bareng Liputan6.com, seru banget disana bisa ketemu teman-teman dan sahabat-sahabat blogger dan juga Sis Dya Loretta, yang nulis buku tentang It's Me (tentang Personal Branding).

Rupanya di Blog kita juga bisa Mempersonalkan Branding kita, kita mau dikenal sebagai apa sich, kira-kira seperti itu.

Topik bahasannya sangat menarik sekali, thanks sis Dya Loretta
Sis Dya Loretta
Sis Dya Loretta ini rupanya seorang Blogger Crony juga lho, tapi katanya memang sekarang kurang aktif yach, Sis Dya Loretta ini juga seorang Dosen yang membranding dirinya benar-benar unik, suka tampil dengan warna Pink dan juga sepatu Bots.
Fokus adalah salah satu bagian penting dari Personal Branding

Banyak sekali sharing-sharing yang menarik yang dibawakan oleh Sis Dya Loretta ini, intinya sama seperti Personal Branding di Offline, sebagai Blogger kita juga harus memiliki Personal Branding yang kuat untuk blog kita, intinya jadi diri kita sendiri saja.

Thanks untuk sharingnya, thanks untuk Mas Tomo yang menjadi Leader dari acara ini, thanks juga untuk Blogger Crony, untuk acara yang luar biasa ini.






Hari Keempat Bersama Reseller Minyak Kutus Kutus di Bali (11 April 2016)

Great Pagi My Friend,

Apa Kabar, semoga selalu sehat dan bahagia, serta selalu antusias

Tak Terasa, hari ini adalah hari Keempat bersama dengan teman-teman Reseller Minyak Kutus Kutus se Indonesia.
Yoga bersama di hari Terakhir

Sharing, Kesan dan Pesan Acara Kebersamaan 


Pagi hari diawali dengan Yoga, setelah Yoga bersama kita mendengarkan sharing, kesan dan pesan para Reseller Minyak Kutus Kutus se Indonesia, semuanya happy dan tentunya selalu berkesan, selalu bahagia, karena dengan kebahagiaan tersebut, rezeki akan mengalir dengan lancar dan derasnya.

Satu pesan yang diterima adalah kekeluargaan ini sangatlah luar biasa antar Reseller Minyak Kutus Kutus.

Setelah acara Sharing, Kesan dan Pesan dari para Reseller Minyak Kutus Kutus, akhirnya para Reseller pulang ke daerahnya masing-masing dengan pengalaman manis yang begitu banyak.

Sampai jumpa di lain kesempatan

#salamantusias ...

Hari Ketiga Bersama Reseller Minyak Kutus Kutus di Bali (10 April 2016)



Great Pagi Friend,

Apa Kabar semoga hari mu Menyenangkan dan Antusias,

Well, saya akan cerita di Hari Ketiga bersama Para Reseller Minyak Kutus Kutus se Indonesia di Bali, tepat satu minggu yang lalu pada tanggal 10 April 2016.

Setelah breakfast di Hotel Harris, sekitar pukul 9.00 WITA, kita siap-siap untuk berangkat ke Taman Nusa, perjalanan ke Taman Nusa dari Hotel kita di Denpasar, sekitar 2 jam an, karena Taman Nusa berada di daerah Gianyar, Bali.

Sebelum ke Taman Nusa, kita diajak ke Krishna untuk beli oleh-oleh, setelah puas belanja di Krishna kita berangkat ke Taman Nusa.

Taman Nusa merupakan Taman Budaya yang menceritakan tentang Budaya yang ada di Indonesia, agar para turis domestik dan internasional bisa memahami budaya Indonesia.

Jika di Jakarta, kita mengenalnya dengan Taman Mini Indonesia Indah, namun masing-masing tempat memiliki keunikan tersendiri Taman Nusa memiliki keunikan tersendiri, begitu juga dengan Taman Mini Indonesia Indah.

Pemandangan Gianyar yang Indah, menambah kredit tersendiri untuk Taman Nusa ini.

Yang mau ke Taman Nusa ini alamatnya :

Taman Nusa

Jalan Taman Bali – Banjarangka
Banjar Blahpane Kelod, Desa Sidan, Gianyar – Bali
Telp: +62 361 952952
Fax: +62 361 953005

Foto di Patung Gajah Mada (Taman Nusa)

Patung Gajah Mada (Taman Nusa)

Taman Nusa di Patung Soekarno Hatta

Jika ingin keliling Taman Nusa, kita mungkin perlu sekitar 3 jam an, namun karena kita Reseller Minyak Kutus Kutus harus berkunjung ke tempat lainnya, jadi kita putuskan hanya jalan-jalan sekitar 1 jam di Taman Nusa, namun semua Reseller Minyak Kutus Kutus happy dan bahagia.

Dari Taman Nusa, perjalanan kita dilanjutkan ke Tirta Empul.

Pura Tirta Empul dan permandiannya terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar.
Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno.
Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.

Tirta Empul
Tirta Empul

Tirta Empul

Setelah puas dan bahagia melihat Tirta Empul ini, kita diajak untuk berkunjung ke Rumah Inovator Minyak Kutus Kutus yang juga masih berada di sekitar Gianyar.

Setibanya kita dijamu dengan kekeluargaan oleh Pemilik Rumah Bapak Bambang dan ibu Lilies yang sangat familiar dengan hati tulus menyambut kita semua para Reseller Minyak Kutus Kutus.

Pak Bambang, Inovator Minyak Kutus Kutus

Tiba di Rumah Pak Bambang

Ngobrol bersama di Rumah Pak Bambang

Foto bersama di Rumah Pak Bambang

Sekitar pukul 20.00 malam WITA, akhirnya kita semua para Reseller Minyak Kutus Kutus foto bersama dan pulang ke penginapan kita dengan penuh rasa gembira dan kekeluargaan yang sangat mendalam.

Thanks untuk Pak Bambang, Ibu Lilies untuk Jamuannya yang luar biasa antusias

To Be Continued ...







Hari Kedua Bersama Reseller Minyak Kutus Kutus di Bali (9 April 2016)

Great Pagi, apa kabar Friend, semoga selalu antusias,

Hari kedua bersama Reseller Minyak Kutus Kutus di Bali, diawali dengan Senam Yoga

Pose Yoga Bersama Reseller Minyak Kutus Kutus

Gerakan Yoga

Setelah Yoga, kita semua para Reseller Minyak Kutus Kutus breakfast dan memulai rangkaian Seminar dan Acara.

Dipandu oleh MC yang luar biasa Gede Mangku Sukadana, dimulailah acara Seminar dan Acara Kebersamaan para Reseller Minyak Kutus Kutus Se Indonesia ini.




Gede Mangku Sukadana, MC yang luar biasa
Acara diawali dengan Joget bersama dengan nyanyian sangat luar biasa, Ayo Kita BISA, Yes, We Can #salamantusias

Joget bersama Ayo Kita BISA

Setelah itu semua Reseller Minyak Kutus Kutus memberikan Sharing, diawali oleh saya terlebih dulu.

Sharing tentang Minyak Kutus Kutus

Kemudian perkenalan masing-masing Peserta Reseller Minyak Kutus Kutus, setelah itu Pak Putu Eka Suryawan, Pemilik Eka Sriti Memberikan Seminar tentang Kesehatan selama kurang lebih 2 jam, semua peserta Reseller Minyak Kutus Kutus Mendapatkan manfaat dari seminar ini.

Pak Eka sedang memberikan Seminar tentang Kesehatan

Setelah Pak Eka memberikan Seminar Tentang Kesehatan yang tentunya sangat berkaitan dengan Minyak Kutus Kutus, ini, kita semua para Reseller Minyak Kutus Kutus lunch, setelah Lunch kita juga mendengarkan Seminar tentang Minyak Tanamu Tanami, Minyak Kutus Kutus, Sabun Kalila Kalila, Sabun Tanamu Tanami bersama Inovatornya Pak Bambang yang sangat luar biasa.

Berkat karya luar biasa nya turut menyehatkan Rakyat Indonesia.

Sang Inovator Minyak Kutus Kutus Pak Bambang yang luar biasa

Sesi Tanya Jawab tentang Minyak Kutus Kutus

Setelah sesi dari Pak Bambang, ada satu sesi lagi yang sangat menarik, sesi sharing dari Pak Yan Augusta Pua, seorang Fotografer handal yang juga seorang Pembicara, bercerita tentang Vibrasi.

Pak Yan, ketika sedang Memberikan sharing tentang Vibrasi

Setelah sesi pak Yan, kita semua istirahat, sambil diminta untuk mempersiapkan acara Malam Budaya dan kebersamaan dari para Reseller Minyak Kutus Kutus, jadi masing-masing peserta dari tiap daerah harus menunjukkan budaya mereka masing-masingnya, bisa berupa tarian, berupa cerita, dll.

Setelah Dinner di Hotel Harris, tempat kita menginap, kita kembali ke kelas, di Kelas kita juga mendengarkan seminar dari Bli Putu Eka Suryawan, tentang Keajaiaban Hidupnya.

Sharing dari Bli Putu Eka Suryawan, Pemilik Eka Sriti, Distributor Dari Minyak Kutus Kutus

Setelah sesi sharing dari Bli Putu Eka Suryawan, tibalah acara malam budaya dan malam kebersamaan, dimana setiap peserta Reseller Minyak Kutus Kutus, harus menyiapkan pertunjukkan budaya nya masing-masing.

Acara dari Tuan Rumah Bali

Tari Jaipong

Malam Budaya

Akhirnya tak terasa jam pun sudah menunjukkan Pukul 24.00 WITA, akhirnya semua peserta Reseller Minyak Kutus Kutus kembali ke kamarnya masing-masing.

To Be Continued di hari ke 3 yach, apa saja yang saya dan teman-Teman Reseller MInyak Kutus Kutus lakukan di Bali ...











Kamis, 24 September 2015

3 Tempat Bernuansa Alam di Ciwidey Bandung yang bisa Anda Kunjungi ketika Weekend

Hallo sahabat-sahabat, kira-kira apa saja yang bisa kita lakukan ketika kita berkunjung ke Bandung, Ibu Kota dari Jawa Barat ini.

Tentunya bagi Anda yang suka dengan Suasana Alam, Anda bisa berkunjung ke 3 tempat yang bernuansa Alam di Bandung, yuk kita bahas satu persatu yach :

1. Kawah Putih
Pesona keindahan dan fenomena alam di Kawah Putih yang berada di Ciwidey, Kawah Putih sering menjadi pembicaraan para turis  dari dalam negeri maupun luar negeri. Karena sangat jarang di dunia ini ada sebuah kawah yang dapat didekati tanpa perlu kuatir suhu panas seperti halnya di gunung-gunung berapi. Ini yang menjadi penasaran banyak orang, dan mereka berbondong-bondong mendatanginya. Kawah putih dapat dicapai dalam waktu sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Bandung, tapi kalau macet siapkan waktu sekitar 2 jam. 
Tempat wisata populer di Bandung ini berada di puncak gunung Patuha yang mempunyai ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut, membuat suhu udara di kawasan ini tentu saja dingin. Dengan suhu 8 derajat Celsius sampai dengan 22 derajat Celsius, jangan lupa membawa jaket atau memakai pakaian yang tebal apabila anda ingin menikmati keadaan di sini. 
Banyak juga yang memanfaatkan Kawah Putih, sebagai tempat untuk foto-foto Pre-Wedding, karena tempatnya sangat indah sekali.
Kawah Putih

foto PreWedding di Kawah Putih, sumber dari paketfotowedding.blogspot.com


2. Danau Situ Patenggang

Dekat sekali dengan Kawah Putih, ada Danau Situ Patenggang.

Danau Situ Patengan atau yang lebih populer di dengar orang dengan nama Situ Patenggang merupakan suatu legenda romantis di zaman dahulu kala. Setelah memasuki gerbang Situ Patengan, kita akan melewati perkebunan teh yang menghijau. Dan tidak jauh kedepan, kita akan melihat Danau diatas Gunung dengan dataran ditengah-tengah danaunya, sungguh keindahan alam yang menawan. Kesegaran dan kesejukan menambah kenyamanan kita di area wisata Situ Patengan.

     Rasa lelah yang dirasakan pada saat melakukan perjalanan ke lokasi wisata ini senantiasa akan hilang begitu sampai ke lokasi wisata Situ Patengan. Hamparan air yang luas, dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung diatasnya, menambah indahnya suasana Situ (danau). Dengan melihat tenangnya air danau, segarnya udara yang kita hirup, dan sejuknya suasana danau akan membuat kita merasa damai dan bisa melupakan sejenak kepenatan dan stress yang sedang dihadapi.




3. Kebon Buah Stroberi Ciwidey

Nah, setelah dari Kawah Putih, sebelum pulang ke kota Bandung, untuk beristirahat atau ke kota kamu, sempatkan mampir ke Kebon Buah Stroberi Ciwidey.

Tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati buah yang satu ini, stroberi. Buah merah mungil nan manis-agak-asam ini sudah identik dengan daerah sini. 

Meskipun buah ini aslinya berasal dari Prancis dan Cili, dengan karakteristik kedua daerah yang cukup mendukung – dengan suhu dingin serta ketinggian dan karakteristik tanah yang sesuai – budidaya stroberi pun tumbuh subur.

Wisata stroberi kini menjadi berkembang menjadi alternatif rekreasi keluarga dari daerah perkotaan seperti Jakarta. Di akhir pekan, wisatawan lokal memadati daerah-daerah Ciwidey untuk merasakan sensasi memetik sendiri buah stroberi langsung di kebunnya. Dengan kesegaran yang terjamin, para pengunjung seakan memiliki kebun stroberi sendiri.



Nah, untuk teman-teman yang dari kota lain, selain dari Bandung, bisa berkunjung ke 3 tempat bernuansa alam di Ciwidey, nah untuk tempat penginapannya, tidak usah khawatir bisa pesan di KlikHotel, apalagi di KlikHotel banyak hotel di Bandung yang keren-keren dengan harga yang sangat terjangkau dan masuk akal sekali.

Silahkan lihat contoh-contoh penginapan/hotel di Bandung yang sangat menarik sekali ...

KlikHotel memberikan penawaran Hotel yang sangat bagus sekali, contohnya Seruni GH Lembang, Bandung, dengan harga Rp. 136.000,- dengan Review 8.2, tentunya sangat nyaman fasilitas tinggal disana.

Jadi, untuk masalah penginapan tidak usah khawatir, langsung pesan saja di KlikHotel yach ...


Jumat, 17 April 2015

Pohon Jodoh di Pulau Bidadari : Cocok buat yang Jomblo atau yang Mau Pre Wedding

Kring, Kring, Kring, suara HandPhone saya berbunyi, "Andi", tertulis nama seorang sahabat di HandPhone saya.

Saya angkat, "Hallo bro Andi, Apa kabar nich ?", "Kabarnya luar biasa ko Joe", kata bro Andi.

"Gimana kabar ko Joe ?", "Kabar saya always #antusias", jawab saya.

"Bro Andi, gimana kabar dengan pacar bro Andi", 

"Baik, kita udah pengen married nich, kita mau seperti ko Joe nich yang nulis buku I LOVE U dan dapat MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) pas lagi Married, T O P banget dech, gimana yach cara supaya pacaran langgeng sampai dengan Married nich, terus setelah Married kita juga bisa langgeng terus nich :)."



Kemudian saya sharing, 

"Nih, saya kasih 5 Tips agar Pacaran bro Andi dengan Lusi (nama pacarnya si Andi) bisa awet dan langgeng :

1. Saling Memahami
2. Saling Percaya
3. Saling Jujur
4. Sifat yang baik - Romantis
5. Saling Berkomunisasi dengan baik

Terus saya tanya lagi, "Kapan nich Marriednya ?", "Thanks ko Joe untuk Tips nya, mantapppp banget dech, untuk Married, tahun ini juga nich, sekarang lagi masa persiapan-persiapan nich".

"Udah cari tempat Marriednya belum?", "Sudah", kata bro Andi.

"Kalo foto PreWeddingnya udah belum?", "Belum ko, lagi nyari-nyari tempatnya nich, apa ko Joe ada rekomendasi nich?".

"Ada banget nich", kata saya mempromosikan :)

"Ada satu pulau bagus banget", "ehhhh" kata si Andi, 

"Kenapa bro Andi?", "Malas ko, kalo ke pulau panas dan jauh ko, pulang pergi aja udah berapa jam, cape di perjalanan", kata si Andi.

"Dengar dulu bro, ini ada Pulau yang dekat banget dengan Jakarta, hanya 20 menit perjalanan dari Jakarta, kita sudah sampai ke Pulau tersebut, keren kan bro Andi".

"Wow, keren juga yach, jadi penasaran nich, apa sich nama pulaunya ?".

"Apalagi di Pulau tersebut, ada Pohon JODOH yang dipercaya kalo PreWed atau foto-foto bahkan mengikat janji di Pulau tersebut, cinta kalian bisa langgeng dan bertahan lama."

"Wah, jadi makin penasaran nich sama ini pulau, apa nama pulau tersebut ko Joe ?".

"Pernah Dengar Pulau Bidadari kan, Pulau yang sangat indah lho bro Andi".

"Pernah dengar sich ko, tapi tolong dong ceritain aja, terutama yang tentang Pohon Jodoh, saya penasaran ko".

Kemudian saya mulai menjelaskan tentang Pulau Bidadari yang sekarang sudah berubah nama jadi Bidadari Eco Resort dan Pohon Jodoh, tapi untuk postingan kali ini saya akan membahas Pulau Bidadari dan Pohon Jodoh, untuk kesempatan lainnya saya akan postingkan tentang Pulau Bidadari secara keseluruhan.

Pulau Bidadari itu adalah pulau yang berjarak sekitar 20 menit dari Pantai Marina, Karena jarak yang sangat dekat, Pulau Bidadari jadi pintu gerbang untuk menjelajah ke Pulau-Pulau lainnya yang ada di gugusan Kepulauan Seribu.

Dengan keindahan alam yang sangat luar biasa, juga ombak yang cukup tenang, jadi buat teman-teman atau bro Andi yang suka mabok laut, ndak usah pusing, karena jarak yang dekat, ombak juganya tenang.

Dengan air laut yang jernih, serta nilai sejarah/heritage yang tinggi, menjadikan Pulau ini wajib untuk dikunjungi.

"Ko Joe, mana cerita tentang Pohon Jodohnya", kata bro Andi

"Sabar, sabar bro Andi, kalo cinta or Jodoh, maunya buru-buru aja nich, hehehe".

Terima kasih kepada vivalog yang telah mengajak saya untuk mengeksplore Pulau indah ini, setelah tiba ke Pulau yang indah ini, kita keliling2 ada Benteng Martello, terus kita masuk ke labiran Bidadari, walau memang lebih cocok disebut lorong Bidadari, setelah itu kita akan sampai ke Pohon Jodoh.

Pohonnya memang sangat indah dan bagus, sebetulnya Pohon ini sejenis pohon kapuk biasa, konon menurut cerita pohon ini dikunjungi oleh komunitas yang komitmen untuk tidak menikah, namun setelah berfoto di pohon ini, salah satu diantaranya mendapatkan jodohnya, mulai saat itulah pohon tersebut dikenal dengan Pohon Jodoh dan tentunya pihak dari Pulau Bidadari akan menjaga Pohon tersebut dan mulai saat itu, Pohon tersebut jadi salah satu objek foto, selfie bagi para wisatawan yang datang ke Pulau Bidadari.



Bro Andi lihat di blog saya yach, contoh teman-teman yang prewedding di Pulau Bidadari lho :

Gambar dari mantenhouse.com
"Kalo harga bagaimana yach ko Joe ?", "Soal harga pasti relatif lebih murah dibandingkan bro foto-foto di Bali, atau luar negeri".

"Iya juga sich yach, kan ini juga masih termasuk Daerah Jakarta yach ko.", 

"Betul banget dan kalo bro mau dapat spesial Price, nanti bisa saya bantu tanyakan kepada marketingnya".

"Wow, sudah sekitar 40 menit nich saya ngobrol sama bro Andi, ndak berasa kan, coba bayangin dech cuman 40 menit sudah bisa pulang pergi Pantai Marina ke Pulau Bidadari (pulang pergi) keren kan bro Andi".

"Sipppp ko Joe, nanti kalo mau preWedding di Pulau Bidadari, di Pohon Jodohnya, saya akan kontak ko Joe, sekalian minta spesial Price nya, hehehe".

"Siap, semoga aja bisa PreWedding di Pulau Bidadari atau di Pohon Jodoh dan nanti pernikahannya langgeng, sampai kakek nenek", kata saya di dalam hati.

Jadi bagi teman-teman yang masih jomblo, coba iseng-iseng mampir ke Pohon Jodoh, salah satu anggota komunitas yang sudah komitmen tidak menikah saja, akhirnya dapat jodoh, hehehe ..., siapa tau teman-teman bisa dapat jodoh juga di sini lho :).

Terus bagi teman-teman yang mau PreWedding, segera aja ke Pulau Bidadari dan Pohon Jodohnya, kemudian foto-foto cantiknya dech ..., pasti keren dan asik dech ...

Pulau Bidadari dan Pohon Jodohnya menunggu kalian lho, hehehe ...